Kujang Manjing Warangka (Dongeng Mang Jaya)


Tokoh utamanya adalah bernama Anggara yang berkelana mencari keberadaan sang ayah yang bernama Wiganda. Di awal pencariannya Anggara bertemu dan berguru pada seorang sepuh yang bernama Ki Sura. Ki Sura mempunyai seorang cucu perempuan bernama nyi Saerah yang nantinya menemani Anggara di pengembaraanya. Ki Sura mempunyai seorang murid yang bernama Jaka namun dia sangat jahat dan setelah selesai berguru dari ki Sura Jaka  dia berkelana, dia di juluki dewa pedang karena keahliannya memainkan pedang yang tidak terlihat ketika mengeluarkan pedang dari sarungnya, tahu-tahu lawannya sudah merasa dingin mengeluarkan darah karena tersabet pedangnya, itu, Dalam pertemuannya Jaka dengan Anggara dalam sebuah sayembara  mereka bertarung yang akhirnya dimenangkan oleh Anggara.

Tokoh antagonis dalam lakon ini adalah Ki Burandil, seorang “rampog gerot”. Banyak halangan yang dialami Anggara dan Saerah dalam pencarian ini. Dalam pencarian jejak ayahnya, Anggara dibekali sebuah Kujang oleh ibunya, Kujang tersebut merupakan warisan dari kakek Anggara yang pada zamannya adalah seorang prajurit. Tanpa diketahui Anggara, sebenarnya Ki Sura adalah sahabat kakeknya. Namun sayang ketika bersama Ki Sura, Anggara tidak pernah menyebut tentang Kujang yang dibawanya, kujang yang diharapkan menjadi pertanda bila bertemu ayahnya kelak dan Anggara pun tidak pernah memakai kujang tersebut dalam perkelahiannya. Kujang tersebut tidak dilengkapi dengan warangka, kenapa bisa begitu..? Jawabannya ada di akhir dongeng ini.

Mendekati akhir dari dongeng ini, Anggara bertemu dengan Ki Baraja, seorang sakti yang diselamatkannya dari siksa yang dialaminya. Ki Baraja dipenjarakan oleh Ki Burandil. Setelah diselamatkan oleh Anggara, Ki Baraja mengabdikan diri untuk membantu Anggara.
Pada akhirnya Anggara bertemu juga dengan ayahnya yang ternyata sedang menyamar menjadi anggota gerombolan Ki Burandil, bahkan menjadi orang kepercayaan Ki Burandil.

Ki Burandil ternyata seorang jawara yang sangat sakti, tubuhnya kebal. Di akhir cerita ini mengisahkan pertarungan antara Anggara dengan Ki Burandil. bagaimanakah Anggara bisa mengalahkan Ki Burandil, sedangkan Ki Baraja dan bahkan ayahnya saja tidak sanggup menandingi kesaktian Ki Burandil. Klimaks cerita ini sedikit kurang seru, karena tidak terjadi pertarungan yang sengit antara Anggara dan Ki Burandil. Seperti dikisahkan bahwa Ki Burandil mempunyai tubuh yang kebal, dan tidak ada yang sanggup mengalahkannya.

Ternyata….
Dahulu kala, di zaman kakeknya Anggara menjadi prajurit itu, Ki Burandil masih seorang rampok yang belum terkenal. Pernah terlibat pertarungan dengan kakek Anggara, dan saat bertarung itu, kakek Anggara berhasil melukai Ki Burandil dengan menghujamkan Kujangnya ke arah “bujal” atau “udel/puser” Ki Burandil. Kujang tersebut ternyata belum sempat dilepas dari warangkanya, jadi “bujal” Ki Burandil tertusuk oleh Kujang yang masih ber-warangka, dan ketika dicabut, warangka kujang tersebut tertinggal dalam tubuh Ki Burandil. Konon, berkat warangka kujang itulah Ki Burandil menjadi kebal.

Dan kini Anggara telah berhadapan dengan Ki Burandil. Jika diadakan pertarungan, tentunya Anggara tidak akan pernah mampu mengalahkan Ki Burandil yang sakti itu. Namun karena Anggara mengetahui jalan cerita Ki Burandil itu, ia masih mempunyai ‘harapan’ kepada Kujang warisan kakeknya itu. Maka Anggara menantang kekebalan Ki Burandil dengan mengatakan jika ia tidak mampu melukai tubuh Ki Burandil dengan tiga tusukan, maka ia akan menyerah kalah.

Ki Burandil menyanggupinya, dan Anggara pun langsung menusukkan Kujangnya ke tubuh Ki Burandil, sedangkan Ki Burandil tegak menerima dengan penuh keyakinan. Tusukan pertama dan kedua diarahkan kebagian badan Ki Burandil, dan ternyata Ki Burandil benar-benar kebal,  ujang itu tak mampu menembus kulitnya. Tusukkan terakhir, Anggara mengarahkan tepat ke “bujal” Ki Burandil. Dan ternyata, kelemahan Ki Burandil terletak disana, sebagaimana sumber kekebalannya selama ini berasal  “Kujang manjing warangka”, dan Ki Burandil pun tewas

About these ads

15 Tanggapan

  1. punteun usulan, langkung sae aya sumberna kang beh tiasa didokumentasikeun…

  2. dongeng mang jaya masih tiasa di dangukeun di radio RASILIMA ( radio Kuningan ), oge tiasa ngalangkungan radio streaming via internet,

  3. Asa wararaas nagadangukeun dongeng enteng mang jaya di RASILIMA kuningan sonten sareng tabuh 8 wengi… Aya nu masih medar dongengna henteu nya?

  4. pribadosmah teu aya nu kalangkung dongeng mang jaya mah..

  5. wilujeng tepang dangu sareng dongeng pangbeberah manah mang jaya saparakanca…..

  6. bsmllh… leres pisan meni wararaas,, emut taun 80-90an,, emut dongeng mang Jaya teh judulna : CURUG CIKIDANG,,, meni lami serina teh,,, simkuring sok siaran di RADIO BEST 102,5 FM,, saha sareng ka mana hyg aya dongeng mang Jaya ?

  7. sampurasun,

    mamanawian diantawis para wargi aya anu kagungan buku dongeng Kujang Manjing Warangka sareng manawi aya nu uninga saha pangarangna.

    hatur nuhun.
    Ujang Pangandaran

  8. nuhun ka mang jaya, ti bubudak abdi sok reusep mirengkeun dongeng na. ayeuna ka pendak . . . . loba pisan makna nu ku abdi di serep.

  9. abdi rohman ti tarogong garut ……kanggo info bilih peryogi ka mang jaya teh basa taun kamari atanapi 2010 lah aya di sabudeureun lewo baru sateuacan situ lewobaru aya sd disebrangna aya warung tah didinya aya na mang jaya sok nagog dina warung eta ……..ieu mah mun tiasa ….cing atuh radio antares teh ngumandangkeun dongeng2 mang jaya deui supados tiasa kaemut masa kecil abdi……komentar2 diluhur ge abdi ngaraoskeun pisan ……mani endah………emhhhh salam kanggo mang jaya………mun ditingal mah karunya mang jaya teh calik dipasisian bari dameulna mung nagog di warung ……mangga wilujeung…..

  10. Leres abdi oge, mun tinggaleun kusabab aya kaperyogian, sok naroskeun ka batur nu ngadangukeun…..

  11. pokona mah mun mang jaya ngadongeng di tungguan,najan teu boga radio di tatngga ngadengekeunanna di na paranje,,,,,asa kumah kitu baheulamah

  12. punten upami aya dongeng enteng mp3 mang jaya ti radio linggar jati kuningan

  13. punten, pami aya mah mp3 dongengna wakepoh,,,

  14. Assalamu’alaikum Wr Wb
    Hapunten sateuacana, mung usul pami tiasamah sadayana seratan nu aya disitus ieu kedahnamah ngangge bhs sunda supados karaos pisan asli sundana…
    haturnuhun pisan, hapunten bilihna lepat
    wassalamu’alaikum Wr Wb

  15. tlong dongeng enteng mang jaya y yang mp3 jg dong.tanks

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 146 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: